Guru adalah salah satu faktor terpenting dalam implementasi kurikulum. Tanpa adanya guru, kurikulum yang telah dirancang tidak akan berjalan mulus sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi, guru adalah pemegang kunci keberhasilan dalam mengimplementasikan kurikulum. Peran guru dalam mengimplementasikan kurikulum adalah:

  1. Implementers, guru sebagai implementer yakni guru hanya menjalankan kurikulum yang telah ada, sehingga guru tidak bisa untuk berkreatif dan inovasi dalam merekayasa kurikulum. Karena itu telah terancang secara terpusat, yakni di dalam GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran).
  2. Adapters, peran guru sebagai adapters lebih luas dibandingkan guru sebagai implementer. Dalam hal ini, guru menyelaraskan kurikulum dengan karakteristik  dan kebutuhan anak didik. Dalam KTSP, perancang kurikulum hanya menentukan standar isi sedangkan mengenai implementasi, waktu, teknisnya semua diserahkan oleh guru.
  3. Developers, peran guru sebagai developers guru memiliki kewenangan untuk mendesain kurikulum. Bagaimana strategi yang digunakan itu tergantung guru. Terlebih-lebih adanya mulok (muatan lokal) sepenuhnya diserahkan oleh satuan pendidikan. Sehingga kurikulum mulk antar sekolah berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  4. Researchers, peran guru sebagai researches yakni guru sebagai peneliti kurikulum. Guru memiliki tanggung jawab untuk menguji komponen kurikulum, seperti menguji strategi, model pembelajaran, efektivitas program. Metode yang digunakan adalah metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Melalui PTK diharapkan guru mampu menguji dan memecahkan masalah yang dihadapi sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja guru.

Sumber:  Dr. Wina Sanjaya, M.Pd.I, Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group, 2009