Untuk mendapatkan tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi, seseorang haruslah memperoleh pendidikan sejak dini. Karena melelui sebuah proses pendidikan IQ seseorang dapat berkembang. Pendidikan (ilmu pengetahuan) dapat diperoleh melalui pendidikan maupun non formal. Suatu pendidikan dikatakan sukses apabila mencakup tiga aspek, yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Pada hakekatnya menuntut ilmu adalah seumur hidup, karena ilmu pengetahuan selalu berkembang.

Dalam kaitannya dengan belajar, Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari ayunan (bayi) hingga liang lahat (ajal), kalau perlu tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”.

Manusia diciptakan oleh allah swt dengan maksud untuk menjadi khalifah, agar mampu memelihara dan mengolah sumber daya alam guna kemaslahatan manusia, dan bukannya membuat kerusakan. Untuk dapat menjadi seorang khalifah manusia harus menguasai ilmu pengetahuan, atau dengan kata lain memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi. Yaitu dengan belajar dan niat (atau tujuan) merupakan unsur terpenting pada inteligensi.

Untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran dan dunia pendidikan seorang guru harus mempunyai SDM yang berkualitas atau IQ yang tinggi. Selain untuk mengatasi masalah-masalah seorang guru juga harus mampu mengantisipasi perubahan-perubahan masa depan, sehingga mampu menghadapi perubahan itu dengan berbagain solusi dan alternative pemecahannya.

Orang dengan IQ yang tinggi dapat melakukan analisa persoalan yang dihadapinya dengan bijaksana, mencari segi-segi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari persoalan itu sebelum menemukan pemecahannya. Analisa yang dimaksud adalah yang dikenal dengan istilah analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Strength yang merupakan segi-segi positif dan merupakan kekuatan yang harus dieksplorasi lebih jauh. Weakness yang merupakan segi-segi negative atau merupakan kelemahan yang harus ditekan dan dihilangkan. Opportunity yang merupakan peluang atau kesempatan untuk keluar dari persoalan dan memperoleh keadaan yang jauh lebih baik. Threat yang merupakan ancaman atau kegagalan sehingga persoalan yang dimaksud tidak mencapai tujuan.

Tingkat kecerdasan seseorang dapat menurun apabila SDM yang bersangkutan mengalami depresi mental atau mengkonsumsi narkotika, alcohol, dan zat adiktif. Sebab orang yang mengkonsumsi zat-zat tersebut akan mengalami gangguan pada sisitem transmisi (neurotransmitter) sel-sel system saraf pusat (otak), yang mengakibatkan gangguan mental dan perilaku. Salah satu akibatnya adalah melemahnya fungsi kognitif SDM yang bersangkutan. Sehingga diharapkan serang guru tidak akan pernah mengkonsumsi narkotika, alcohol dan zat adiktif lainnya.